Tips Menjalankan Bisnis Kue Kering Jelang Lebaran


15
Shares

Facebook
15TwitterLinkedInLineWhatsAppEmail
Saat ini peluang bisnis di Indonesia terutama bidang kuliner sangat menjanjikan dan memiliki potensi yang besar serta keuntungan yang cukup baik. Industri kuliner bisa dibilang terus berkembang dan semakin inovatif dalam menyajikan hal-hal baru mulai dari jenis makanan dengan tampilan dan nama yang dapat menarik minat orang. Apalagi makanan termasuk kebutuhan pokok yang pastinya tidak akan pernah habis untuk dibutuhkan dan dicari.
Salah satu bisnis yang cukup menjanjikan adalah bisnis kue kering. Bisnis yang satu ini memiliki potensi yang besar, mengingat permintaan konsumen yang cukup tinggi terlebih lagi jika memasuki masa puasa hingga menjelang lebaran. Jika musim lebaran atau perayaan lain tiba, permintaan akan kue kering begitu besar dan meningkat drastis dan pastinya omset juga akan meningkat pula.
Kue kering mempunyai banyak jenis dan bentuk serta rasa yang berbeda-beda. Biasanya rasa dibuat menyesuaikan dengan selera masyarakat setempat sehingga banyak disukai dan dibeli oleh banyak orang dan tidak menutup kemungkinan menjadi makanan khas daerah tersebut. Selain itu kue kering juga cukup mudah dalam pembuatan serta memiliki masa waktu kadaluarsa yang relative lebih lama dibandingkan dengan kue basah. Apalagi sekarang ini banyak resep kue kering baru yang bisa Anda pilih sesuai dengan kesulitan dan selera pasar. Waktu untuk berjualan kue kering juga cukup fleksibel terutama bagi Anda yang ingin menjadikan bisnis kue kering sebagai sampingan ataupun ingin Anda jadikan sebagai penghasilan utama.

Tips Berbisnis Kue Kering

Saat ini memang banyak orang yang sudah menjual kue kering dan banyak pula yang berhasil dan sukses menjalankan bisnis tersebut. Dalam membuka sebuah usaha tentunya Anda harus mempunyai tujuan yang pasti dan terukur agar bisnis yang Anda geluti nantinya bisa terus maju dan terus berkembang. Untuk itulah diperlukan perencanaan yang matang dan terarah agar nantinya usaha Anda dapat terus berkembang dengan baik dan dapat menghasilkan pendapatan yang Anda harapkan.
Bagi Anda yang tertarik dan ingin mencoba untuk memulai usaha kue kering, maka Anda bisa melihat beberapa tips dan poin-poin penting yang harus Anda lakukan sebelum dan saat memulai usaha kue kering tersebut, apalagi disaat perayaan dan juga hari raya lebaran yang bisa meningkatkan omset kita berlipat-lipat.
Berikut ini beberapa tips sukses berbisnis kue kering terutama disaat menjelang hari raya lebaran dan disaat bulan puasa.

1. Pilih Jenis Kue Yang Akan Dijual

Kue Kering
Kue Nastar via sidomi.com

Sebelum Anda memulai bisnis kue kering, terlebih dahulu Anda harus memiliki jenis atau macam-macam kue kering yang akan Anda buat atau yang akan Anda jual. Pemilihan kue kering bisa disesuaikan dengan kemampuan Anda, mudah atau sulitnya resep, tren makanan kue kering yang sedang laku dan banyak dicari, serta harga yang terjangkau oleh berbagai kalangan. Selain itu mungkin Anda juga bisa membuat suatu variasi baru dari resep kue yang sudah ada bahkan jika Anda bisa membuat kue resep baru, tentunya akan menjadi nilai plus bagi Anda dan bisa menjadi ciri khas yang baik.

Baca Juga : 10 Ide Bisnis Makanan Ringan untuk Pemula

2. Ciptakan Sesuatu Yang Unik/Baru

Kue Unik  
Kue Dengan Bentuk Unik via inforesepku.com

Saat ini sudah cukup banyak jenis makanan kue kering dan banyak juga yang menjual kue dengan bentuk, rasa, ataupun tampilan yang sama dan tidak memiliki ciri khas tertentu. Hal tersebut tentunya membuat banyak orang bosan dengan tampilan dan rasa yang sama dari tahun ketahun. Akan lebih baik jika kita bisa menciptakan sesuatu yang baru entah itu dari tampilan yang berbeda, rasa ataupun jika memungkinan Anda untuk bisa membuat terobosan resep baru yang menarik dan unik dengan rasa yang enak.
Anda bisa membuat kue kering yang unik atau penyasar pasar tertentu seperti kue kering untuk para penderita diabetes atau para pelaku diet yang tetap ingin memakan makanan kue kering. Dengan memiliki kelebihan tersebut dan dapat menyelesaikan suatu masalah tertentu, dapat membuat kue yang Anda buat akan selalu dicari dan dibeli.

3. Penampilan Yang Menarik

kue nastar
Kue Nastar via shutterstock.com

Walau Anda membuat kue yang sudah umum dibuat, namun dengan tambahan tampilan yang menarik saja sudah bisa membuat kue kering buatan Anda lebih ‘terlihat’ dibandingkan yang lain. Tampilan yang cantik dan menarik tentunya akan menarik minat para konsumen dan penasaran untuk ingin mencoba. Penampilan yang menarik bisa Anda ubah dari tampilan kemasan yang dibuat lucu atau berbeda, atau bisa juga mengubah bentuk dari kue menjadi suatu yang terlihat artistik. Misalkan kue cookies yang Anda beri tampilan mata dan mulut yang terlihat seperti  wajah.

4. Perhatikan Masa Kadaluwarsa Produk Kue Kering

kadaluwarsa
Kadaluwarsa via shutterstock.com

Jenis makanan kue kering seperti cupcake, dan kue kering lainnya tentu mempunyai masa kadaluarsa di setiap jenis makanan tersebut. Pastikan Anda mengetahui kapan dari batas kadaluarsa setiap kue kering yang akan Anda buat dan yang akan dijual nantinya. Selain itu pastikan juga Anda membuat label atau mencantumkan tanggal batas kadaluarsa dari setiap produk yang dibuat agar tidak merugikan konsumen dan untuk mengurangi masalah dikemudian hari.

5. Bidik Pasar

target pasar
Target Pasar via shutterstock.com

Jika Anda masih pemula dalam membuat kue kering dan berbisnis produk tersebut, maka sebaiknya bidiklah pasar yang berada disekitar Anda terlebih dahulu. Bisa tetangga, teman atau pun lingkaran kecil di sekeliling Anda. Anda bisa mulai menawarkan produk Anda ke mereka atau memberikan sedikit sampel untuk dicicipi di suatu event seperti pengajian atau reuni. Jika mereka menyukai produk Anda, tentunya mereka akan membeli kembali dan akan mempromosikan produk Anda ke orang lain secara gratis.

6. Aktif Memasarkan melalui Toko Online

toko kue online

Toko Online ataupun media socsal kini jadi trend baru di era digital. Terbukti sekarang ini banyak pengusaha yang sukses berjualan walau hanya menggunakan toko online dan tidak memiliki toko asli. Dengan membuat toko online dan media social, Anda bisa berjualan dan mempromosikan produk Anda kemana saja dan bisa mempercepat orang untuk mengetahui produk-produk yang Anda jual. Hal ini sangat membantu terutama jika Anda memulai bisnis dengan modal yang pas-pasan atau terbatas.

7. Jujur dalam Usaha

kejujuran

Hal terakhir yang harus Anda ingat dan tanamkan didalam hati adalah selalu jujur dalam menjalankan berbagai usaha. Terkadang demi omset yang lebih besar, banyak orang atau penjual yang memangkas pengeluaran dari bahan baku dan bahan lain secara kurang baik.  Misalnya memakai bahan berkualitas buruk atau menggunakan bahan pengawet agar masa kadaluarsa lebih lama. Cara-cara tersebut tentunya tidak baik dan bisa merugikan konsumen.

Bisnis Kue Kering Paling Cocok Dimulai Menjelang Lebaran

Bisnis kue kering biasanya bersifat musiman, namun jika Anda pintar dalam membidik pasar, bisa jadi bisnis permanen sepanjang musim. Bisnis ini paling mudah dimulai saat menjelang lebaran tiba. Dengan membaca dan mengikuti tips sukses berbisnis kue kering di atas, Anda bisa mendapatkan wawasan baru bagaimana bisnis ini dijalankan.
Kali ini saya ingin membagikan sebuah pengalaman saat berkunjung ke salah satu tempat bisnis yang membuat saya menelan ludah karena merasa cukup kaget dengan isi di dalamnya. Bisnis seperti ini terbilang masih jarang di tempat saya, namun kalau melihat kesuksesannya mungkin banyak yang ingin menjalankannya juga.


Suatu ketika saya ingin membeli karpet untuk dijual, kebetulan agen yang biasa saya ambil sedang kosong dan tidak punya stok. Akhirnya saya mencari agen yang dekat karena memang sedang butuh mumpung pesanan lagi banyak.

Setelah mencari informasi, akhirnya saya mendapatkan alamat penjual karpet yang ternyata ada di desa, tempatnya terpencil di ujung gang dan tidak terlihat dari jalan utama. Saat itu saya pikir "kalau di tempat seperti ini, siapa yang mau beli yah?".

Pertanyaan di dalam kepala semakin banyak setelah saya masuk ke dalamnya, karena saya mendapati sesuatu yang menurut saya luar biasa. Itu bukan toko, tapi lebih tepat disebut gudang penyimpanan karena di dalamnya ada banyak sekali barang khusus rumah tangga seperti sendok, gelas, ember, baju, karpet, dan lain sebaginya. Karyawan di dalamnya juga ada banyak, mereka sibuk mencatat orderan dan saya tidak dilayani karena pada sibuk sendiri (sedih).

Iseng aja masuk ke dalam sambil lihat-lihat dan ternyata nyasar ke dalam rumah pemiliknya yang merupakan seorang bapak-bapak. Melihat saya lagi bingung, si bapak menyuruh saya masuk dan malah diajak ngobrol sembari makan cemilan di dalam.

Di dalam rumah saya nanya-nanya sama si bapak dan beliau memberitahukan sistem bisnis yang cukup unik kepada saya. Jadi ternyata dia tidak punya toko lain, gudang itulah yang jadi tokonya meski tidak dipasarkan dengan baik (menurut saya).


Pemasaran yang dia gunakan adalah dengan jaringan bisnis, dia punya beberapa mobil yang membawa dagangan itu keliling (pernah lihat penjual perabotan rumah tangga keliling kan?). Selain itu, ternyata ada beberapa reseller dan dropshipper yang setia mengambil produk dari tempat itu.

Rahasia kesuksesan bisnis perabotan rumah tangga ini adalah harga grosir yang murah dan stok yang sangat banyak sehingga kalau mau belanja di sini malah bingung sendiri karena banyaknya pilihan yang ada.

Setelah lama berbincang-bincang akhirnya saya mengambil karpet yang ingin saya beli, dikasih harga murah dan kualitasnya bagus. Sepulangnya dari situ, saya malah jadi penasaran dengan bisnis perabotan rumah tangga yang ternyata keuntungannya lumayan besar.

Jadi bongkar rahasia nih, ternyata penjual perabota rumah tangga keliling mendapat keuntugan yang lumayan besar loh gan, setidaknya dia menjual barangnya dengan harga 2x lipat dari harga setorannya :P.

Ini mungkin bisa menjadi salah satu pilihan bisnis yang bisa anda jalankan, terserah mau keliling menjajakan perabotan rumah tangga seperti mang Ocad, mau dijual dengan sistem kredit, mau dijajakan dengan mobil keliling, atau bahkan membuka toko langsung juga bisa.

Sentra Kerajinan Gerabah Kasongan


0
0
gerabah kasonganKasongan adalah sentra industri kerajinan gerabah paling popular di Yogyakarta. Untuk daerah industri, hampir beberapa besar warganya menggantungkan hidup dengan menghasilkan kerajinan gerabah. Maka tak heran bila lokasi yang dari dahulu di kenal untuk pemukiman beberapa kundi (pembuat kendi, kuali, dan lain-lain) itu jadi satu diantara tujuan wisata unggulan yang dapat menyedot beberapa wisatawan domestik serta mancanegara.
Hampir di tiap-tiap pojok lokasi Kasongan didapati beberapa pengrajin gerabah dengan beragam jenis kreasi produknya, seperti perabot rumah tangga, accessories, souvenir, dan lain-lain. Jalan-jalan di lokasi Kasongan juga dijejali galeri/workshop dari beberapa pengrajin untuk area pajang atau area pamer kreasi-kreasinya. Bila tertarik untuk lihat segera sistem produksinya, beberapa pengunjung dapat dengan gampang blusukan ke rumah-rumah beberapa pengrajin yang ada di perkampungan lokasi Kasongan.
Kerajinan Gerabah yang Punya Potensi Ekspor
Seperti yang belum lama ini tim liputan bisnisUKM kerjakan, yaitu blusukan serta menjumpai salah seseorang pengrajin gerabah Kasongan yang sempat terima penghargaan dari Departemen Perdagangan Republik Indonesia untuk kelompok ‘Kerajinan Punya potensi Ekspor’. Yaitu Pak Narto, yang dapat meningkatkan kerajinan gerabah asli Kasongan dengan sentuhan inovasi moderen.
“Saya menjalankan usaha ini dari th 2001 dengan nama Faalih Nature Craft, untuk kreasi yang kami produksi yaitu kerajinan tangan dengan bahan baku tanah liat/keramik, ” kata Pak Narto di tempat tinggalnya. Tinggal di lokasi yang memanglah di kenal untuk sentranya industri gerabah bikin Pak Narto memiliki kesempatan untuk menggali pengetahuan dan meningkatkan suatu usaha berbasis kerajinan tanah liat.
‘Kepuasan customer yaitu kepuasan kami juga’ jadi motto yang diusung Pak Narto dalam meningkatkan Faalih Nature Craft. Beliau sadar dengan hampir seluruh warga Kasongan menekuni bidang sejenis maka service atau service jadi point utama kunci berhasil usahanya. “Untuk memperoleh kepuasan customer maka kami selalu memprioritaskan service optimal, seperti disiplin saat produksi, dan  mutu barang paling baik,” paparnya.
Sesaat untuk memperkenalkan produknya pada penduduk, Pak Narto mempersiapkan catalog yang menginformasikan semua kreasi produknya. “Kami benar-benar terbuka untuk beberapa customer untuk berbagi berkenaan product yang di idamkan, malah dengan sama-sama berkomunikasi, maka seperti apa  serta bagaimana product yang mereka kehendaki dapat dengan gampang kami terapkan,” jelas Pak Narto.
Informasi Product Faalih Nature Craft
Faalih Nature Craft meningkatkan kerajinan untuk accessories rumah (home pottery decoration), seperti meja kusris, guci/vase/pot, area payung, lampu, souvenir, dan lain-lain. “Yang lalu jadi ciri khas product kami yaitu pewarnaan motif serat kayu, garis-garis horizontal/vertical dengan gradasi warna cokelat gabungan gelap serta jelas, ” jelasnya. motif itu pulalah yang mengantarkan Pak Narto mencapai penghargaan dalam kelompok Kerajinan Punya potensi Ekspor ‘Prima Kriyatama’ th. 2007.
“Sejak ada penghargaan itu, product kami mulai dilirik konsumen dari dalam ataupun luar negeri, seperti Jambi, Riau, Lampung, Jakarta, Surabaya, dan Malaysia, Italia, Chile, serta Australia, ” imbuhnya. Juga untuk mendukung pasar luar negeri, waktu ini Pak Narto membekali timnya dengan penguasaan bhs Inggris serta IT untuk fasilitas promosi serta komunikasi dengan konsumen.
Sumber: bisnisukm.com

Banyak dicari:

gerabah, Pengrajin gerabah, gerabah kasongan, sentra kerajinan gerabah, pengrajin gerabah kasongan, nama2 pengrajin kasongan, nama usaha pengrajin tanah liat, industri kasongan, perusahaan kerajinan gerabah, sentra gerabah kasongan, sentra kasongan UKM menghasilkan kerajinan, gerabah kasongan di yogya, tentang grabah kasongan, Ukm kasongan yogyakarta

Panduan lengkap budidaya ikan lele

Panduan budidaya ikan lele
alamtani
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif.
Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Segmen pembenihan betjuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi. Pada kesempatan kali ini alamtani akan membahas tahap-tahap persiapan budidaya ikan lele segmen pembesaran.

Penyiapan kolam tempat budidaya ikan lele

Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan untuk tempat budidaya ikan lele. Setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan, ketersediaan tenaga kerja dan sumber dana ada.
Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita akan membahas kolam tanah, mengingat jenis kolam ini paling banyak digunakan oleh para peternak ikan. Sebagai pengetahuan tambahan, silahkan baca cara membuat kolam ikan. Tahapan yang harus dilakukan dalam menyiapkan kolam tanah adalah sebagai berikut:

a. Pengeringan dan pengolahan tanah

Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering.
Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari periode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.
Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah.
Bersamaan dengan proses pembajakan, angkat lapisan lumpur hitam yang terdapat di dasar kolam. Lumpur tersebut biasanya berbau busuk karena menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak dimakan ikan.

b. Pengapuran dan pemupukan

Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor.
Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah agar kapur meresap ke bagian dalam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.
Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Gunakan paduan pupuk organik ditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos. Dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan pupuk kimianya adalah urea dan TSP masing-masing 15 gram dan 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota air seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.

c. Pengaturan air kolam

Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam dilakukan secara bertahap. Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Biarkan kolam tersinari matahari selama satu minggu.
Dengan kedalaman seperti itu, sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Air kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton berwarna kehijauan.
Setelah satu minggu, benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.
Panduan budidaya ikan lele

Pemilihan benih ikan lele

Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut mengenai jenis-jenis ikan lele budidaya.
Kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. BBPBAT mengembangkan ikan lele sangkuriang karena kualitas lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu.
Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan lele dan teknik pemijahan ikan lele.

a. Syarat benih unggul

Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air. Jika ikan tersebut menantang arah arus air dan bisa bertahan berarti gerakan renangnya baik.
Ukuran benih untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.

b. Cara menebar benih

Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Caranya, masukan benih dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.
Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.
Menentukan kapasitas kolam
Berikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.
Catatan: kolam tanah kapaistasnya lebih sedikit dari kolam tembok.

Pakan untuk budidaya ikan lele

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.
Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan lele alternatif.

a. Pemberian pakan utama

Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.
Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa.
Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.
Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari.
Ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian pakan lebih banyak pada sore dan malam hari. Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.

b. Pemberian pakan tambahan

Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang menguras kantong.
Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.
Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk limbah ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.

Pengelolaan air

Hal penting lain dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.
Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.
Apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.
Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.
Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.

Panen budidaya ikan lele

Ikan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu bisa dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm. Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.
Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.